Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Detikmaya-Jakarta - Sebuah produsen garam di London berhasil membuat banyak orang terkesima. Garam produksinya bukan lagi dibuat dari air laut yang dikristalisasi, namun garam yang satu ini dibuat dari air mata manusia!
Sesuai dengan namanya, Salt Made From Tears mengaku menggunakan air mata manusia sebagai bahan pembuatan garamnya. Seperti tertera pada kemasannya, garam ini dibuat dari air mata yang dikeluarkan dengan alasan dan tingkat emosi yang berbeda.
Ada garam yang terbuat dari air mata kemarahan yang berwarna coklat muda, garam dari air mata saat sedang mengiris bawang yang putih kecokelatan, juga air mata saat sedang bersin yang berwarna gelap. Selain itu ada air mata yang dikeluarkan ketika tertawa yang warnanya oranye kecokelatan, juga air mata kesedihan yang berwarna hijau tua.
Tak hanya 'judulnya' saja yang berbeda, tiap jenis garam juga memiliki rasa yang berbeda. Seperti garam dari air mata kesedihan dengan rasa dan aroma lavender yang dipercaya bisa membuat tubuh rileks.
Garam ini tersedia di Hoxton Street Monster Supplies di London. Menurut produsennya, Salt Made From Tears dibuat dari air mata manusia segar yang kemudian direbus dan dikristalisasi. Setiap satu botolnya, garam ini dijual dengan harga Rp. 102.000, atau paket lengkap Salt Made From Tears seharga Rp. 437.000.
Hingga kini, belum diketahui dari manakah asal air mata yang diklaim sebagai bahan pembuatan Salt Made From Tears. Hmm, mungkin dengan hadirnya garam ini, tak ada lagi alasan untuk malu dan sembunyi-sembunyi saat menangis berurai air mata! (sumber)
noreply@blogger.com (detikmaya) 28 May, 2012
-
Source: http://www.detikmaya.com/2012/05/hikshiks-garam-yang-ini-terbuat-dari.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com








{ 0 komentar... read them below or add one }
Poskan Komentar